ternyAta masih ingat passwordnya...
hahahaha...
11 Oktober 2010
14 Oktober 2008
Mudik Lebaran
Libur Lebaran kemaren gue cukup lama pulang kota, ya, sekitar dua minggu lah. Dan selama itu pula gue sama sekali gak mau berhubungan dengan dunia lain. Fokus utama gue adalah keluarga dan teman-teman.
Jadi selama hampir 3 minggu ini gue sama sekali nggak ter koneksi ke internet, gak nulis blog, gak surfing-surfing, ga chatting , kirim-kirim testi, dll/
Tanggal 12 kemarin gue baru kembali lagi ke kerjaan gue, dan baru sekarang sempet nulis blog lagi.’
Tulisan blog ini akan gue bagi dalam beberapa tulisan. Di tulisan pertama ini gue akan cerita bagaimana serunya mudik Lebaran.
Yup, Tanggal 26 September sore hari, gue cepet-cepet pulang dari kantor, setelah minta ijin dulu, pamit ke seluruh rekan-rekan kantor. dengan dibantu oleh Agen Tiket langganan gue, gue dapat tiket lion dengan harga yang lumayan miring.
Sampai di rumah mertua gue di Kawasan Cempaka Putih Jakarta, disambut oleh wajah Imut Junior gue, seketika rasa lelahpun hilang setelah menempuh perjalanan udara 2 jam, belum ditambah nunggu di bandara polonia, plus naik damri dari cengkareng menuju Perempatan coca-cola, plus taksi dari perempatan coca cola ke cempaka putih.
Akhirnya rencana mudik ke Jogja sampai juga. Setelah buka puasa, plus leyeh-leyeh sebentar, selanjutnya setelah sholat Isya meluncurlah kami berlima menuju Jogja. Yup, gue, istri, Junior plus adik Ipar ditambah Pak Nur, Sopir setia Mertua gue.
Tepat Jam 8 malam, kami berangkat. Selama perjalanan di dalam tol dalam kota, belum terlihat kemacetan yang berarti, semua lancar-lancar saja. Baru setelah masuk ke tol Cikampek, jalan mulai tersendat, namun masih lumayan, gak macet total. Disana gue untuk kesekian kalinya menyaksikan bahwa lebaran adalah masa yang amat sangat ditunggu-tunggu oleh mayoritas masyarakat Indonesia, terutama yang berdomisili di Pulau Jawa.
Hal ini terbukti dengan banyaknya kendaraan yang mudik melalui tol Cikampek, - Jalan tol yang seharusnya lancar tanpa halangan, kini macet karena kebanyakan kendaraan -. Yang cukup mengharukan disini adalah betapa semangat mudik mereka sangat mengebu-gebu. Apapun dilakukan demi berkumpul di kampung halaman sat hari raya nanti.
Mulai yang kaum berada mudik menggunakan mobil mewah, menumpang bus eksekutive, pakai mobil pribadi –meskipun bukan mobil mewah- sampai yang berhimpit-himpitan diatas bak terbuka truk atau pick-up, yang tentunya cukup berbahaya bagi keselamatan mereka. Intiny Cuma satu, mudik bersama.
Hampir mendekati pintu tol di cikampek, kemacetan semakin menjadi-jadi, apalagi setelah keluar dari tol cikampek. Bolej dibayangkan, perjalanan Jakarta Cikampek yang biasanya cukup ditempuh antara 1,5 – 2 Jam, ini bisa sampe 5 Jam. Dan setelah terjebaka macet disana, akhirnya Jam 5 pagi sampai juga di daerah palimanan Cirebon untuk sekedar istriahat sejenak di rumah Mas Heru, Kakak Kandung gue yang kebetulan ga mudik kali ini.
Jam 5 pagi, setelah selesai makan sahur dan sholat subuh, kami melanjutkan perjalanan. Berhubung Pak Nur udah capek, giliran gue yang pegang kemudi. Memasuki daerah pintu tol Kanci di daerah plered, gue sengaja gak masuk tol, sementara pak nur protes kenapa gak masuk tol gue diem aja. Gue Cuma sempat bilang gini. Udah yang nyopir saya, pak Nur nurut aja. Selesai ngomong gitu, Pak Nur pun Nurut aja. Terus terang gue gak masuk Tol karena ingat pengalaman tahun kemarin yang smapai terjebak 5 jam di pintu keluar Tol Kanci. Gue gak mau hal itu terulang lagi tahun ini. Dan akhirnya yang saya khawatirkan terjadi juga. Begitu kami melewati dekat pintu tol kanci -yang karena terjadi kemacetan luar biasa, akhirnya yang lewat jalan bukan tol diarahkan ke jalur alternatif, gue menyaksikan sendiri betapa parahnya kemacetan disana- beruntunglah mobil-mobil yang tidak melalui tol, karena berdasarkan cerita tetangga di Jakarta setelah balik, dengan berangkat sama sama hari sabtu malam, tetangga gue, naik bis umum, berangkat Sabtu malam Jam 8, sampai di kebumen hari Senin pagi. Sementara gue, naik kendaraan sendiri, dari Jakarta Sabtu malam jam 8 juga, Sampai di Jogja minggu sore Jam 3.
Sepertinya pemerintah kita tidak pernah, atau tidak mau belajar untuk mengatasi persoalan yang tiap tahun pasti terjadi. Mungkin tahun depan, jika saya mudik lagi naik mobil pribadi, bisa jadi berangkat sabtu malam, sampai di Jogja baru Senin pagi.
Semoga ini tidak terjadi. Amin
22 September 2008
Untuk keduakalinya selama berada di Sumatera Utara, gue menyaksikan fenomena alam yang cukup langka. Setelah sebulan sebelumnya gue melihat korona bulan yang begitu besar (lihat blog gue sebelumnya dengan judul Korona : di http://edodo.myflexiland.com/index.php/70865/korona , maka siang ini, dimulai dari kira-kira jam 11.30 WIB terjadi fenomena alam yang lain, dan beruntung gue dapat mengabadikannya. Kali ini tidak terjadi pada bulan, namun terjadi pada matahari.
Silahkan lihat beberapa gambar dibawah.
Gambar matahari adalah yang berwarna putih ditengah. Lingkaran besar mirip semacam Nebula, berwarna abu-abu, kemudian lingkaran itu dibatasi dengan segaris pelangi berbentuk bulat sangat besar mengelilingi matahari.
Yup. Fenomena apakah ini. ???
Di tulisan gue selanjutnya akan gue tulis beberapa pendapat gue secara pribadi, pendapat ulama, dan para rekan kerja serta teman-teman gue.


Sebagai referensi, baca juga blog gue sebelumnya tentang korona bulan. Fenomena kejadiannya hampir sama persis.
Salam,
-edodo-
16 September 2008
Dua Puluh Satu Orang Meninggal Karena ingin mendapatkan Zakat sebesar 30 ribu
Mendengar berita tadi malam dan pagi ini, bulu kuduk saya merinding.... Dua puluh satu orang meninggal dunia karena tergencet, desak-desakan, gara gara saling berebut zakat mal sebesar Rp 30.000,- per orang yang dibagikan oleh salah satu pemgusaha sukses di Pasuruan, Jawa Timur.
Kejadian diatas tentu sangat memalukan kota pasuruan, Jawa Timur, dan Indonesia pada umumnya.
Pembagian zakat oleh kaum berada memang sangat lazim dilakukan menjelang hari raya Idul Fitri. Secara Islam, sebaiknya pembagian zakat itu hendaknya si kaum berada datang menyambangi kaum miskin untuk membagikan sebagian hartanya, bukan kaum miskin berbondong-bondong datang ke rumah si orang kaya untuk mengambil haknya.
Dari terminologi kalimatnyapun seharusnya sudah dapat dijelaskan, bahwa membagikan, memberikan adalah si kaya harus secara aktif membagi/menyambangi si kaum miskin. ini tentunya harus didukung dengan data yang akurat, bahwa si miskin ini dan itu yang berhak mendapatkannya.
Hal yang sudah jama terjadi di Indonesia adalah, si kaum berada, karena mungkin nggak sempat melakukan itu semua, atau mungkin demi praktisnya saja (saya nggak mau bilang karena merke riya". - toh belum tentu merke riya', meskipun tentu saja ada sebagian dari mereka yang riya'- dengan entengnya memasang pengumuman, bahwa hari H jam j si A agan memberikan zakatnya kepada kaum papa sebesar Rp xxxxx per orang.
Budaya Indonesia, sekecil apapun nilai pemberian itu, maka kalau yang namanya diberi gratis, maka orang berbondong-bondong akan mendatanginya. Hal ini mungkin yang tidak dibayangkan atau teroikir oleh "sang" Pengusaha tersebut.
Akibatnya bisa ditebak. efek -Worth of Mouth- dengan sangat cepat menular ke seantero pasuruahn, yang notabene Pasuruhan adalah kota kecil.
Tujuh ribu orang (menurut salah satu media TV) datang dalam waktu yang bersamaan ker rumah pengusaha itu, -sebesar apapun rumahnya- niscaya tidak akan mampu untuk menampung orang sebanyak itu.
Belum lagi ditambah personel yang dipersiapkan untuk mengawal pembagian zakat itu yang sangat terbatas.. bahkan tidak lebih dari jumlah jari yang dimiliki oleh manusia, sangat tidak sepadan dengan jumlah orang yang ingin mendapatkan zakat tersebut.
Hasilnya sudah bisa kita lihat. Mereka semua berebut karena ketakutan kehabisan jatah zakat tersebut, akhirnya mereka saling berebut untuk mendapatkannya. dan dengat sangat menyesal Dua Puluh Satu Orang -mayoritas wanita dewasa yang sudah tua, menggunakan pakaian Kain, yang tentu saja tidak selincah jika mereka menggunakan rok atau celana panjang, menjadi korban.- Semoga Arwah mereka mendapat tempat yang layak disisi-Nya. Amin
Semoga kejadian ini tidak terulang lagi, dan semoga pemerintah kita lebih bisa mengatur hal-hal yang seperti ini. Amin.
09 September 2008
Save Our Soul
Melanjutkan cerita dari Berastagi beberapa waktu yang lalu, ternyata pas nginep di Sinabung kebetulan pas bareng dengan sekelompok orang yang sedang mengadakan Training Camp. Namanya Save Our Soul. Lama kuperhatikan aktifitas mereka... namanya juga training camp, ada acara outbond, trus di dalam ruangan dlsb....
Penasaran juga, akhirnya pas dihari terakhir di Sinabung nekat juga mendekati mereka sekedar untuk berkenalan.....
Lucu juga, ngliat tugas-tugas yang diberikan oleh mentor mereka, meskipun mereka rata-rata remaja, tapi ada yang menirukan gaya film kartun jepang.... hihihihiii lucu banget.
Kebetulan sebagian dari mereka melakukan diskusi kelompok (tentunya sambil mem-praktekkan gaya yang agak-agak konyol), melakukan aktifitas meeka dekat dengan kamar yang kami sewa, akhirnya nekat aja gabung dengan mereka.
Berhubung waktu juga cuma sebentar, setelah kenalan basa-basi dengan mereka, tanya ini, tanya itu, baru sedikit yang gue dapet. Namanya Save Our Soul, waktu itu gue diminta nyari infonya di internet aja. Feeling gue sih, SOS itu semacam organisasi nirlaba yang bergerak di bidang kemanusiaan, ya semacam NGO gitulah, secara sempat gue liat orang bule ikut datang disana, dan kalau dilihat dari sikap orang-orang sekitarnya, maka orang bule itu semacam GOD Father-nya organisasi itu.
Oh iya, katanya training Camp itu diikuti oleh orang se Sumatra....
Waktu berselang, beberapa mingu sekembalinya dari Berastagi, Hape gue berbunyi... ternyata dari salah seorang peserta training camp yang ketemu saat di berastagi dulu...
Yup, rasa penasaranku muncul lagi...
Nyari waktu untuk berjumpa gak ketemu-ketemu... beberapa kali temen itu nelpon saya untuk konfirmasi waktu... entah saya yang pas lagi ada acara, atau justru dia yang lagi sibuk. akhirnya senin pagi, dia telpon, kalau mau tau apa itu SOS, dateng aja nanti malam ke Hotel Asean International. Kita akan ada acara disana.
weleh...
tapi akhirnya gue sempet-sempetkan untuk datang juga, meskipun pake acara molor dikit. Maklum, undangan jam 19.30 diminta udah sampe disana, tapi apa mau dikata, ternyata jam 20.15 gue baru bisa berangkat ke sana.
Ngliat gelagat disana.. sepertinya gue agak kenal dengan yang tipe-tipe ginian... kok mirip-mirip acara seminar-nya sebuah MLM.
setelah gue masuk.. yah namanya juga telat, ternyata disana lagi ada seorang cowok, masih muda, sedang semangat presentasi. dan layaknya tipical MLM lainnya, maka para peserta, terutama yang menggunakan jas seragam warna hitam bagi pria, dan blazer, juga warna hitam bagi wanitanya, berteriak-terika menyemangati. Riuh rendah tepuk tangan saling bersahutan.
Yup, tidak disangkal lagi, ini adalah sebuh MLM. dan memang benar itu adalah MLM berdasarkan keterangan dari teman yang membawaku kesana tadi.
Lucu juga sih model mereka, mereka bersikap tertutup, tidak mau memberikan penjelasan apa kegiatan mereka. Jika mau tahu, ya sebaiknya datang aja di acara mereka....
Kok panjang banget ya...
trus bergerak dibidang apa sih mereka... tunggu coretan selanjutnya....
-edodo-
03 September 2008
Pemimpin Arogan
Ngeri banget ya Judulnya.....
heheheh... pemimpin arogan..
amat sangat tidak senak sekali kalau kita berada dibawah seorang pemimpin arogan.
Bay the way bus way..
Apaan siy pemimpin arogan itu ?
dari yang saya amati, beberapa ciri pemimpin arogan itu adalah ;
1. Merasa paling berkuasa
2. Merasa paling pinter
3. Merasa SOK
4. Bahwa semua keputusannya adalah Mutlak. Jangan sekali-kali usik keputusan saya
5. Tidak Mau Mendengar
6. Tidak Mau menerima masukan anak buah (mendengar aja nggak mau, apalagi menerima masukan)
7. Setiap hasil usulan anak buah tida pernah diperiksa. Hanya satu rumusnya : tolak, tolak dan tolak.
8. Selalu menunjukkan kekuasannya.
9. Iri dan Dengki kalau ada anak buahnya yang berhasil. Jangankan berhasil, melihat anak buahnya dipuji oleh orang lain aja, maka dia akan mencak-mencak.
10. Rasa iri terhadap anak buah ini sangat menggelikan. Dampak buruknya adalah, anak buah itu selalu dicegah agar tidak bisa berbuat apa-apa.
Organisasi yang seperti ini amatlah sangat tidak sehat. Kata nenek siy... tunggu aja waktunya....
Sedihnya berada dalam posisi anak buah seperti itu...
Padahal, Mungkin ditempat lain, Sang Anak Buah itu bisa berprestasi yang luar biasa.
Salam,
-edodo-
01 September 2008
REKOR MURI (2)
Ternyata kami termasuk satu dari sekian banyak yang beruntung. Pak Jaya Suprana sendiri yang berkenan menyerahkan Rekor MURI tersebut.
Trus gimana sejarahnya kok bisa Pak Jaya Sendiri yang berkenan menyerahkan rekor tersebut ?



Yah, namanya juga beruntung. Keberuntungan itu datang begitu saja, tanpa kita tahu. Bermula dari rencana pencatatan Rekor MURI pembuatan blog terbanyak dalam suatu company dan disatukan kedalam sebuah blog aggregator, yaitu http://www.sumaterablog.com/, perusahaan kami mencatatkan diri sebagai perusahaan dengan blogger karyawan terbanyak.
Beberapa hari menjelang verifikasi, sempat tercatat diblog aggregator tersebut sebanyak 3200 blog tercatat. Namun berkaitan dengan salah satu persyaratan yang diberlakukan secara ketat, yang kami akui secara internal, ada 2400 blog yang memenuhi syarat. Sedangkan sisa blog yang tidak memenuhi syarat di karantina.
Sebetulnya rencana pencatatan rekor MURI tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun hari kemerdekaan RI, 17 Agustus 2008. Namun demikian, dikarenakan kesibukan MURI, dimana untuk bulan agustus ini banyak sekali pemecahan rekor MURI. Akhirnya mundur dan mundur. Sempat ditawarkan oleh pihak Muri, rencana penyerahan rekor tersebut awal November saja. Namun demikian kami ingin agar penyerahan rekor Muri tersebut tetap dilaksakan bulan agustus.
Yup, ternyata Pak Jaya Suprana tanggal 31 Agustus akan datang ke Medan untuk bersilaturahmi dengan Gubernur Sumatera Utara. Dan oleh pihak Muri kami disarankan untuk memanfaatkan waktu tersebut, agar penghargaan MURI ini diserahkan langsung oleh Pak Jaya.

Akhirnya acara kami arrange tanggal 31 Agustus. Rancana mengundang pejabat setempat pun langsung dilaksanakan, karena memang yang ditunggu adalah kepastian tanggal penyerahan rekor MURI tersebut.
Namun demikian karena aca acara mendadak dari pak jaya, maka acara tersebut diubah menjadi tanggal 30 Agustus 2008.
Dan dari Konfirmasi sebelumnya, berkenan hadir dalam acara tersebut adalah Wagub Sumut, Bp. Gatot Pujo, Ketua Badan Infokom Sumut, dan Ketua KPU Propinsi SUMUT.
Sekilas Profile Jaya Suprana
Dalam perjalanan dari Hotel Grand Aryaduta Medan ke Plasa Telkom Putri Hijau, Kami sempat berbicara ngobrol ngalor ngidul dengan pak Jaya. Ternyata beliau berkepribadian yang cukup hangat, enak diajak ngobrol, meskipun baru sekali itu saya ketemu sama beliau. Dan saya lihat juga pola pikir Pak Jaya itu memang cukup bagus, berwawasan luas dan seperti layaknya seorang leaders yang lain. Kira-kira seperti itu.
Selanjutnya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pihak MURI, Bapak Paulus Pangka, dan Ibu Wida yang telah bekerja sama dengan baik, sehingga acara pemecahan Rekor Muri ini dapat berjalan dengan lancar.
Read More......
